Minggu, 09 Juni 2013

CTL dan TAG

Membangun Hubungan untuk Menemukan Makna

Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pengajaran dan pembelajaran kontekstual. Ketika murid dapat mengaitkan isi dari mata pelajaran akademik seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, atau sejarah dengan pengalaman mereka sendiri, mereka menemukan makna, dan makna memeberi mereka alasan untuk belajar. Mengaitkan isi dari pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL.
CTL dan TAG merupakan strategi pembelajaran yang cocok untuk semua orang. CTL didesain untuk membantu semua anak belajar materi akademik yang sangat berat. Penggunaan strategi TAG mirip dengan penggunaan komponen CTL. Bahkan, strategi yang digunakan dalam TAG adalah terjemahan yang sempurna dari komponen CTL.
Komponen CTL :
·         Menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri dan aktif sehingga dapat mengembangkan minat individu, mampu bekerja sendiri atau dalam kelompok belajar lewat praktik
·         Membangun keterkaitan antara sekolah dan konteks kehidupan nyata seperti bisnis dan lembaga masyarakat
·         Melakukan pekerjaan yang berarti, pekerjan yang memiliki tujuan, berguna untuk orang lain, yang melibatkan proses menentukan pilihan, dan menghasilkan produk, nyata atau tidak nyata
·         Berkerja sama membantu siswa bekerja dengan efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bahwa apa yang mereka lakukan memengaruhi orang lain, dan membantu mereka berkomunikasi dengan orang lain
·         Memotivasi mereka untuk bekerja keras, tahan banting, penuh kosentrasi, dan mampu mendorong diri mereka sendiri



Komponen TAG :
·        Menjadi pelajar yang dapat mengatur diri sendiri yang bekerja mencapai tujuan yang menarik minat mereka, dan memperoleh keterampilan akademik melalui kegiatan langsung
  • Mengajak belajar di luar ruangan kelas. Memanfaatkan sumber daya masyarakat untuk mempelajari materi akademik. Sebagai contoh, KKN, aktivitas budaya, ekspedisi petualangan
  • Mempelajari persoalan-persoalan kontraversial, meyelidiki masalah-masalah yang berarti, meyelesaikan proyek kemasyarakatan
·        Berfikir kreatif menciptakan perbaikan pada produk yang sudah ada, mengembangkan produk baru, melontarkan pertanyaan bagus, mangambil risiko, bersikap fleksibel, dan berpikiran terbuka
·        Berpikir kritis mengidentifikasi asumsi-asumsi, myelesaikan masalah, berpikir secara sisitematis
·        Memotivasi mereka untuk bekerja keras, tahan banting, penuh kosentrasi, dan mampu mendorong diri mereka sendiri

Cara mengaitkan pengajaran dengan pembelajaran, disertai dengan contohnya. Ada enam metode disini untuk menyatukan isi akademik dan konteks pengalaman pribadi siswa:
1.      Ruang kelas tradisional yang mengaitkan materi dengan konteks siswa
Dalam hal ini pengajar atau guru adalah sebagai pemimpin di kelas. Dalam proses pembelajaran seharusnya pengajar mampu mengaitkan antara mata pelajaran yang dipelajari dengan kehidupan siswa. Maka dari itu disini pengajar harus memberikan dan menyampaikan pelajaran secara imajinatif dan realis. Imajinatif disini bermaksud mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata dan disampaikan dengan secara logika dan realis atau nyata kepada siswa sehingga siswa mampu menerima materi yang disampaikan. Di sini guru harus mampu mengajar dengan luwes dan tidak kaku ataupun canggung.
2.      Memasukkan materi dari bidang lain dalam proses pembelajaran
Seorang guru mata pelajaran kesenian menambahkan materi dari bidang lain seperti menyanyi dan bermain musik atau bisa juga mengadakan ketrampilan membuat kerajinan tangan
3.      Mata pelajaran yang terpisah tetapi mencakup topik yang sama dan saling berhubungan
Pengajar mata pelajaran sejarah tanpa bantuan dari ilmu lain tidak akan lah bisa untuk menyimpulkan dan menganalisis sejarah tersebut. Maka dari itu seorang guru menajar dengan bantuan ilmu arkeologi untuk dapat menganalisis barang-barang peninggalan sejarah yang sudah tertanam di dalam tanah beribu-ribu tahun yang sudah menjadi sejarah
4.      Mata pelaran gabungan yang menyatukan dua atau lebih didsiplin
Dalam metode ini cocok untuk mata pelajaran terpadu yaitu menyatukan mata pelajaran yang berbeda ke dalam satu-kesatuan makna dan mengaitkannya dengan kehidupan siswa. Di dalam sekolah terpadu ini pengajar menggabungkan antara ilmu pengetahuan, bahasa sastra dan ilmu sosial untuk mempelajari yunani kuno yang kemudian pengajar memberika tugas akhir untuk membuat drama.
5.      Menggabungkan antara sekolah dengan pekerjaan
·         Pembelajaran berbasis pekerjaan
·         Jalur karier
·         Pengalaman kerja berbasis sekolah
Dalam metode ini sekolah tidak hanya memberikan mata pelajaran yang hanya memeberikan teori saja serta memberikan ilmu pengetahuan tetapi jua memberikan prakteknya yang berhubungan dalam dunia kerja, seperti mata pelajaran kewirausahaan. Disitu siswa dilatih unuk memanage usaha yang akan didirikannya



6.      Model kuliah kerja nyata atau penerapan terhadap hal-hal yang dipelajari di sekolah ke masyarakat
Setelah siswa mempelajari semua pelajaran secara teori, kemudian pengajar memberikan tugas untuk mengimplementasikan secara langsung yaitu dengan cara kuliah kerja nyata. Dimana setelah belajar siswa diharapkan dapat mempraktekkan kedalam dunia nyata secara langsung apa yang sudah dipelajarinya

            Dalam proses pembelajaran dengan metode CTL ini sangat baik untuk mencetak siswa untuk lebih mandiri dan dapat bersaing di era globalisasi, karena disini tidak hanya diajarkan secara teori saja melainkan pengajaran secara imajinatif dan realis yang dihubungkan secara langsung terhadap kehidupan siswa utuk menemukan makna. Sehingga siswa akan mudah menangkap materi yang diberikan seorag pengajar tersebut yang kemudian akan dipraktekkan kedalam kehidupan nyata secara langsung yang mana nantinya metode ini akan membuat seorang siswa akan lebih mandiri dan mampu bersaing di era globalisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar