Membangun Hubungan untuk Menemukan Makna
Keterkaitan yang mengarah pada makna
adalah jantung dari pengajaran dan pembelajaran kontekstual. Ketika murid dapat
mengaitkan isi dari mata pelajaran akademik seperti matematika, ilmu
pengetahuan alam, atau sejarah dengan pengalaman mereka sendiri, mereka
menemukan makna, dan makna memeberi mereka alasan untuk belajar. Mengaitkan isi
dari pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi
hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL.
CTL dan TAG merupakan strategi
pembelajaran yang cocok untuk semua orang. CTL didesain untuk membantu semua
anak belajar materi akademik yang sangat berat. Penggunaan strategi TAG mirip
dengan penggunaan komponen CTL. Bahkan, strategi yang digunakan dalam TAG
adalah terjemahan yang sempurna dari komponen CTL.
Komponen CTL :
·
Menjadi siswa yang dapat mengatur diri sendiri dan aktif
sehingga dapat mengembangkan minat individu, mampu bekerja sendiri atau dalam
kelompok belajar lewat praktik
·
Membangun keterkaitan antara sekolah dan konteks kehidupan
nyata seperti bisnis dan lembaga masyarakat
·
Melakukan pekerjaan yang berarti,
pekerjan yang memiliki tujuan, berguna untuk orang lain, yang melibatkan proses
menentukan pilihan, dan menghasilkan produk, nyata atau tidak nyata
·
Berkerja sama membantu siswa bekerja
dengan efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bahwa apa yang mereka
lakukan memengaruhi orang lain, dan membantu mereka berkomunikasi dengan orang
lain
·
Memotivasi mereka untuk bekerja keras,
tahan banting, penuh kosentrasi, dan mampu mendorong diri mereka sendiri
Komponen TAG :
·
Menjadi pelajar yang dapat mengatur diri
sendiri yang bekerja mencapai tujuan yang menarik minat mereka, dan memperoleh
keterampilan akademik melalui kegiatan langsung
- Mengajak belajar di luar ruangan kelas. Memanfaatkan sumber daya masyarakat untuk mempelajari materi akademik. Sebagai contoh, KKN, aktivitas budaya, ekspedisi petualangan
- Mempelajari persoalan-persoalan kontraversial, meyelidiki masalah-masalah yang berarti, meyelesaikan proyek kemasyarakatan
·
Berfikir kreatif menciptakan perbaikan
pada produk yang sudah ada, mengembangkan produk baru, melontarkan pertanyaan
bagus, mangambil risiko, bersikap fleksibel, dan berpikiran terbuka
·
Berpikir kritis mengidentifikasi
asumsi-asumsi, myelesaikan masalah, berpikir secara sisitematis
·
Memotivasi mereka untuk bekerja keras,
tahan banting, penuh kosentrasi, dan mampu mendorong diri mereka sendiri
Cara mengaitkan pengajaran dengan
pembelajaran, disertai dengan contohnya. Ada enam metode disini untuk
menyatukan isi akademik dan konteks pengalaman pribadi siswa:
1.
Ruang
kelas tradisional yang mengaitkan materi dengan konteks siswa
Dalam hal ini pengajar atau guru
adalah sebagai pemimpin di kelas. Dalam proses pembelajaran seharusnya pengajar
mampu mengaitkan antara mata pelajaran yang dipelajari dengan kehidupan siswa.
Maka dari itu disini pengajar harus memberikan dan menyampaikan pelajaran
secara imajinatif dan realis. Imajinatif disini bermaksud mengaitkan pelajaran
dengan kehidupan nyata dan disampaikan dengan secara logika dan realis atau
nyata kepada siswa sehingga siswa mampu menerima materi yang disampaikan. Di
sini guru harus mampu mengajar dengan luwes dan tidak kaku ataupun canggung.
2.
Memasukkan
materi dari bidang lain dalam proses pembelajaran
Seorang guru mata pelajaran kesenian
menambahkan materi dari bidang lain seperti menyanyi dan bermain musik atau
bisa juga mengadakan ketrampilan membuat kerajinan tangan
3.
Mata
pelajaran yang terpisah tetapi mencakup topik yang sama dan saling berhubungan
Pengajar mata pelajaran sejarah tanpa
bantuan dari ilmu lain tidak akan lah bisa untuk menyimpulkan dan menganalisis
sejarah tersebut. Maka dari itu seorang guru menajar dengan bantuan ilmu
arkeologi untuk dapat menganalisis barang-barang peninggalan sejarah yang sudah
tertanam di dalam tanah beribu-ribu tahun yang sudah menjadi sejarah
4.
Mata
pelaran gabungan yang menyatukan dua atau lebih didsiplin
Dalam metode ini cocok untuk mata
pelajaran terpadu yaitu menyatukan mata pelajaran yang berbeda ke dalam
satu-kesatuan makna dan mengaitkannya dengan kehidupan siswa. Di dalam sekolah
terpadu ini pengajar menggabungkan antara ilmu pengetahuan, bahasa sastra dan
ilmu sosial untuk mempelajari yunani kuno yang kemudian pengajar memberika
tugas akhir untuk membuat drama.
5.
Menggabungkan
antara sekolah dengan pekerjaan
·
Pembelajaran
berbasis pekerjaan
·
Jalur
karier
·
Pengalaman
kerja berbasis sekolah
Dalam metode ini sekolah tidak hanya
memberikan mata pelajaran yang hanya memeberikan teori saja serta memberikan
ilmu pengetahuan tetapi jua memberikan prakteknya yang berhubungan dalam dunia
kerja, seperti mata pelajaran kewirausahaan. Disitu siswa dilatih unuk memanage
usaha yang akan didirikannya
6.
Model
kuliah kerja nyata atau penerapan terhadap hal-hal yang dipelajari di sekolah
ke masyarakat
Setelah siswa mempelajari semua
pelajaran secara teori, kemudian pengajar memberikan tugas untuk
mengimplementasikan secara langsung yaitu dengan cara kuliah kerja nyata.
Dimana setelah belajar siswa diharapkan dapat mempraktekkan kedalam dunia nyata
secara langsung apa yang sudah dipelajarinya
Dalam
proses pembelajaran dengan metode CTL ini sangat baik untuk mencetak siswa
untuk lebih mandiri dan dapat bersaing di era globalisasi, karena disini tidak
hanya diajarkan secara teori saja melainkan pengajaran secara imajinatif dan
realis yang dihubungkan secara langsung terhadap kehidupan siswa utuk menemukan
makna. Sehingga siswa akan mudah menangkap materi yang diberikan seorag
pengajar tersebut yang kemudian akan dipraktekkan kedalam kehidupan nyata
secara langsung yang mana nantinya metode ini akan membuat seorang siswa akan
lebih mandiri dan mampu bersaing di era globalisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar