Minggu, 09 Juni 2013

Mitologi herkules

Herkules


Herkules adalah tokoh dalam mitologi Romawi. Dalam mitologi Yunani dia dikenal sebagai Herakles. Begitu banyak cerita dan versi tentang lelaki yang diidentikkan dengan kekuatan dan kedewaannya. Legenda menyebutkan bahwa Herkules adalah putra dewa Yupiter (Dalam mitologi Yunani disebut Zeus), pemimpin para dewa dengan Alkmene yang seorang wanita biasa. Ini membuat Yuno (dalam mitologi Yunani disebut Hera), istri Yupiter cemburu dan menumpahkan kekesalannya pada Herkules dengan berusaha membunuhnya. Kisah yang terkenal adalah upaya Hera membuat Herkules menderita dan diharuskan menjalankan 12 macam tugas berat, yang semuanya bisa dilalui. Herkules bahkan pernah dibuat gila sehingga membunuh istri pertamanya Megara dan kedua anaknya.
Kekuatan, kecerdikan, keberanian, dan kekuatan seksual bersama pria dan wanita adalah beberapa ciri khasnya. Meskipun dia tidak sepintar Odisseus atau Nestor, Herakles pernah menggunakan kecerdasannya dalam beberapa kesempatan ketika kekuatan ototnya tidak berhasil, misalnya ketika bekerja pada raja Augeas dari Elis, ketika bergulat dengan raksasa Antaeus, atau ketika menipu Atlas. Bersama Hermes dia adalah pelindung tempat olahraga dan palaestrae. Atributnya adalah kulit singa dan alat pemukul. Dia juga suka bermain bersama anak-anaknya jika tidak sedang mengerjakan tugas-tugasnya. Karena dia banyak mengalahkan monster, dia disebut telah "menjadikan dunia aman bagi manusia". Herakles adalah orang yang bersemangat dan emosional. Dia bisa melakukan hal-hal hebat untuk temannya (misalnya ketika dia bertarung dengan Thanatos untuk membalas kebaikan pangeran Admetus atau ketika dia membantu temannya, Tindareus, menjadi raja Sparta kembali) namun Herakles juga bisa menjadi berbahaya bagi orang-orang yang dia benci, msialnya Augeas, Neleus dan Laomedon. Banyak cerita mengenai Herakles dan yang paling terkenal adalah Dua Belas Tugas Herakles. Herakles dipuja sebagai pahlawan dan sebagai dewa dan merupakan manusia setengah dewa yang paling populer dalam mitologi Yunani.

Kelahiran
Faktor penting yang berperan dalam tragedi pada hidup Herakles adalah kebencian Hera, istri Zeus, padanya. Menurut semua versi, Herakles adalah anak Zeus di luar nikah yang paling dibenci oleh Hera. Herakles adalah anak Zeus hasil perselingkuhan dengan Alkmene. Zeus menyamar menjadi Amfitryon, suami Alkmene, untuk bisa menidurinya. Alkmene langsung hamil setelah disetubuhi oleh Zeus. Herakles sangat bangga sebagai anak Zeus dan Hera membencinya karena mengingatkannya pada ketidaksetiaan suaminya. Saudara Herakles adalah Ifikles, anak Amfitryon. Ifikles menjadi ayah dari pembantu Herakles, Iolaus.
Pada malam ketika Herakles dan Ifikles dilahirkan, Hera meminta Zeus untuk bersumpah bahwa bayi yang lahir pada malam itu dan merupakan keturunan Perseus akan menjadi raja yang agung. Hera tahu bahwa keturunan Perseus yang akan lahir adalah Herakles dan Euristheus. Setelah sumpah tersebut diucapkan, Hera bergegas menuju Alkmene dan memperlambat kelahiran Herakles dengan menyuruh Ilithyia (dewi kelahiran) menahan Herakles di rahim Alkmene. Hera kemudian membuat Euristheus lahir lebih awal sehingga Euristheuslah yang akan menjadi raja dan bukan Herakles. Herakles akhirnya bisa lahir berkat Galanthis (pelayan Alkmene) yang menipu Ilithyia.
Bayi tersebut awalnya diberi nama Alkides oleh orang tuanya; Dia mengubah namanya menjadi Herakles agar Hera tidak lagi membencinya namun gagal, Hera tetap membenci Herakles. Beberapa bulan setelah ia lahir, Hera mengirim dua ekor ular untuk membunuh Herakles. Herakles lalu mencekik kedua ular tersebut. Pengasuh Herakles kemudian menemukan Herakles sedang memainkan tubuh ular tersebut layaknya mainan anak-anak.
Masa muda
Herakles belajar bermain lira pada Linus. Suatu hari Herakles terbawa emosi dan membunuh gurunya dengan lira. Herakles kemudian disuruh oleh ayahnya tirinya, Amfitryon, untuk menggembalakan ternak ke gunung. Ketika itulah Herakles didatangi oleh dua orang nimfa ,Kesenangan dan Kebajikan, yang menawarkannya pilihan: Kehidupan yang bahagia atau kehidupan yang keras namun berujung kemuliaan. Herakles memilik yang kedua.
Di Thebes, Herakles menikahi anak raja Kreon, Megara. Suatu hari Hera memicu kegilaan pada Herakles dan menyebabkan Herakles membunuh anak-anaknya sendiri. Kegilaannya ini kemudian disembuhkan oleh Antikireus, pendiri Antikira. Herakles menyadari dosanya dan menemui Orakel Delphi. Tanpa sepengetahuan Herakles, Orakel tersebut dikendalikan oleh Hera. Sang Orakel menyuruh Herakles untuk mengabdi pada raja Euristheus dan diharuskan menjalankan sepuluh tugas yang diperintahkan oleh sang raja. Dalam prosesnya, Herakles dituduh curang dalam menjalankan dua tugas sehingga Euristheus memberinya dua tugas tambahan.


Tugas Herakles
Hercules adalah merupakan salah satu pahlawan terbesar dalam mitologi Yunani, ia bertempur dan berhasil menang melawan makhluk2 unik dan menakutkan dalam sejarah Yunani. Disembah oleh para manusia dan mendapat simpati dari para Dewa. Walaupun demikian Hercules memiliki sisi manusia yang tidak luput dari kesalahan, karena secara tidak sadar membunuh anak dan kemungkinan juga istrinya Megara [walaupun sebenarnya karena ulah dan campur tangan Hera] anak Creon, Raja Thebes. Sadar dan menyesal, Hercules kemudian berkonsultasi dengan Oracle di Delphy bagaimana cara menebus kesalahannya. Oracle kemudian menyarankannya pergi pada sepupunya Raja Eurystheus yang nantinya akan memberikan 12 tugas yang hampir tidak mungkin untuk diselesaikan. 
Tugas Pertama: Membunuh Singa Nemea
Singa Nemea [Nemean Lion] adalah singa raksasa anak dari Typhon [dalam beberapa versi, anak Selene]. Hewan ini memiliki kulit yang ditutupi oleh bulu yang sangat tebal berwarna keemasan, sangat kuat bagaikan baju sirah yang tidak mampu ditembus oleh senjata apapun. Kekuatannya tenaganya juga sangat mengaggumkan. Karena kebal terhadap senjata, Hercules membunuh singa itu dengan cara mencekiknya sampai mati [dalam versi lain, ia menusukan tangannya kedalam mulut singa]. Setelah membunuhnya, Hercules kemudian menggunakan gigi dari singa itu sebagai pisau untuk mengupas kulit singa itu sendiri dan membuat jubah pelindung yang sangat kuat. Hercules tetao mengenakan jubah singa ini dalam petualangan-petualangan selanjutnya.
Tugas Kedua: Membunuh Hydra
Hydra adalah seekor monster raksasa berkepala sembilan yang menghuni rawa-rawa Lernaea. Ia memiliki satu kepala yang. Ketika kepalanya yang tak abadi dipotong, dua kepala akan muncul menggantikannya, dan begitu seterusnya. Hercules, dengan dibantu Iolaus, membakar setiap kepala tak abadi Hydra setelah memotongnya sehingga kepalanya tidak tumbuh lagi. Dalam menghadapi Hydra, Hera mempersulit Hercules dengan mengirim kepiting raksasanuntuk ikut menyerang Hercules. Kepiting itu mengigit kaki Hercules namun setelah bergumul sekian waktu akhirnya ia sendiri yang dibunuh Hercules. Untuk menghargai usaha kepiting itu, Hera kemudian menempatkannya di langit sebagai Konstelasi Cancer. Setelah mengalahkan Hydra, Hercules mengubur kepala abadi Hydra di bawah sebuah batu besar.
Tugas Ketiga: Menangkap Rusa Ceryneia
Rusa Arkadian Ceryneia adalah hewan suci milik Dewi Artemis. Hewan ini tinggal di hutan Ceryneia dan mampu berlari lebih cepat daripada anak panah. Rusa ini memiliki tanduk emas dan kuku dari perunggu. Hercules mengalami kesulitan menangkapnya, dia baru berhasil menangkap rusa ini setelah berusaha selama setahun. Hercules memasukkannya ke dalam jaring dan membawanya pada Eurystheus, tentunya setelah mendapat izin dari Dewi Artemi

Tugas Keempat: Menangkap Erymanthus Boar
Ada seekor babi raksasa [boar] yang tinggal di hutan Erymanthus dan Hercules ditugaskan untuk menangkapnya. Untuk menangkap babi itu, Hercules meminta saran pada Chiron, sang Centaur yang bijaksana. Chiron menyuruh Hercules untuk menggiring babi itu ke tempat bersalju tebal. Hercules mengikuti saran Chiron dan akhirnya berhasil menangkap babi itu dengan cara menjebaknya di salju. Hercules lalu membawa tangkapannya pada Eurystheus yang langsung ketakutan dan bersembunyi di dalam tong perunggu ketika melihat babi Erymanthus yang sangat besar dan menakutkan. Eristheus lalu menyuruh Hercules membawa pergi babi itu.
Tugas Kelima: Membersihkan Kandang Kuda Raja Augean
Raja Elis dari Augean memiliki ribuan kuda. Begitu banyaknya sehingga kandangnya sangat susah untuk diurus dan menjadi sangat kotor, sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak biasa untuk membersihkannya apalagi dengan cara biasa. Hercules berpikir dan akhirnya menemukan cara yang lebih cepat. Dia mengalirkan dua sungai melewati kandang itu sehingga kotoran-kotoran di kandang itu akan tersapu oleh aliran air yang deras. Setelah menyelesaikan tugasnya, Hercules memliki sedikit waktu luang. Dia menggunakannya untuk menyelenggarakan Olimpiade untuk menghormati Zeus, ayahnya.
Tugas Keenam: Mengusir Burung-Burung Stymphalian
Danau Stymphalian ditempati oleh sekawanan burung yang memangsa penduduk sekitar. Burung ini jumlahnya sangat banyak, ketika mereka terbang, cahaya matahari-pun tertutup oleh gerombolannya. Burung-burung itu memiliki bulu, paruh, dan cakar dari perunggu. Hercules menggunakan lonceng perunggu pemberian Dewi Athena untuk menakuti burung-burung itu dan kemudian memanah mereka ketika mereka sedang berusaha terbang menjauh, dan tak pernah terlihat lagi sesudahnya.
Tugas Ketujuh: Menangkap Banteng Kreta
Poseidon pernah menghadiahkan seekor banteng pada Minos, raja Kreta [Cretan]. Namun Minos kemudian membuat marah Poseidon sehingga Poseidon membuat banteng tersebut bersetubuh dengan istri Minos, Pasiphae, dan menjadi ayah dari Minotaur. Banteng itu juga merusak daerah Kreta dan sekitarnya. Hercules mendatangi raja Minos dan meminta izin menangkap banteng itu. Setelah Minos memberi izin, Setelah bergumul dan melalui pertarungan yang hebat, Ia berhasil menangkapnya dan membawanya untuk diberikan kepada Eurystheus.
Tugas Kedelapan: Menangkap Kuda Betina Diomedes
Hercules ditugaskan menangkap empat ekor kuda betina hitam pemakan manusia milik raja Diomedes dari Trakia. Dalam prosesnya, kuda-kuda tersebut memakan teman Hercules. Hercules pun membalas dendam dengan membunuh Diomedes dan memberikan dagingnya pada kuda-kuda-nya sendiri untuk dimakan. Setelah diberitahu oleh Hercules bahwa daging yang mereka makan adalah daging tuannya sendiri, para kuda itupun terdiam, dan sejak saat itu tak mau lagi memakan daging manusia. Kuda-kuda ini kemudian diperlihatkan Hercules kepada Eurystheus, dan dilepaskan di Mikene.
Tugas Kesembilan: Mengambil Sabuk Hippolyta
Hippolyta adalah Ratu kaum Amazon dan Hercules diperintahkan untuk mengambil sabuknya. Hercules mendatangi Hippolyta dan meminta sabuknya. Hippolyta yang jatuh cinta ketika pertama kali melihat Hercules, dengan sukarela memberikannya kepada-nya. Tetapi Hera muncul dan memfitnah Hercules berusaha menculik Hippolyta sehingga para wanita Amazon kemudian menyerang Hercules. Hercules-pun mengira bahwa Hippolyta menjebaknya. Hercules melawan para Amazon, mengalahkan mereka dan membawa pergi sabuk Hippolyta. Eurystheus memberikan sabuk itu pada putrinya sebagai hadiah.
Tugas Kesepuluh: Mengambil Ternak Geryon
Geryon adalah seorang raksasa berbadan tiga yang tinggal di Erithia. Hercules terlebih dahulu membunuh anjingnya, Orthrus [saudara dari Cerberus, bekepala dua]. Geryon lalu melawan Hercules. Geryon mengejar Hercules sampai ke Sungai Anthemus. Hercules berhasil membunuh Geryon dengan menggunakan panah yang telah diolesi darah beracun Hydra. Setelah membunuh Geryon, Hercules mengambil ternak Geryon. Walaupun sempat disulitkan oleh Hera yang mengirim banjir dan serangga, Hercules berhasil membawa ternak itu ke Mikene.
Tugas Kesebelas: Mengambil Apel Hesperides
Hesperides adalah nymph [nimfa] putri Titan Atlas [yang memikul bola langit] penghuni kebuh yang memiliki pohon apel emas yang dijaga oleh seekor naga bernama Ladon. Satu-satunya yang tahu lokasi pohon Apel Emas secara tepat, adalah Atlas, Hercules kemudian meminta Atlas untuk mengambilkan beberapa apel emas untuknya. Hercules menawarkan diri untuk memikul langit sementara Atlas mengambil apel. Setelah kembali, Atlas memutuskan bahwa dia tak ingin lagi memikul langit, dan malah menawarkan diri untuk mengantarkan sendiri apelnya. Hercules menyetujuinya dengan syarat Atlas mau memikul langit sebentar sementara Hercules membetulkan posisi jubahnya agar lebih nyaman. Atlas setuju, tapi setelah Atlas memikul langit lagi, Hercules langsung pergi membawa apelnya.
 Tugas kedua belas: Menangkap Cerberus
Hercules harus pergi ke dunia bawah [underworld] dan menangkap Cerberus, anjing berkepala tiga peliharaan Dewa Hades. Sebelum menghadapi Cerberus, Hercules terlebih dahulu meminta izin pada Hades untuk menangkap Cerberus. Hades mengizinkan asalkan Hercules tidak menggunakan senjata. Hercules melawan Cerberus dan berhasil mengalahkannya. Hercules lalu membawa Cerberus pada raja Eurystheus yang ketakutan begitu melihat hewan itu. Eurystheus menyuruh Hercules membawa pergi anjing itu, dia juga membebaskan Hercules dari pengabdiannya sehingga Hercules kini bebas. Setelah itu, Cerberus dikembalikan oleh Hercules ke dunia bawah, kepada Hedes pemiliknya.

Metodologi




Ilmu-Ilmu Bantu Sejarah
Dalam melakukan penelitian selain mengumpulkan bahan-bahan atau biasa disebut dengan fase heuristik, sejarawan juga memerlukan sejumlah ilmu-ilmu bantu yang relevan untuk melakukan penelitiannya.
Proses mengumpulkan bahan-bahan sebenarnya tidak terjadi dalam fase heuristik saja tetapi juga ketika sejarawan melakukan analisis dan sintetis terhadap semua fakta sejarah yang telah terkumpul. Auxiliary sciences atau sister diciplines merupakan kata lain dari ilmu-ilmu bantu yang merupakan pendukung sejarah. Ilmu-ilmu bantu itu sangat penting bagi sejarawan untuk melakukan penelitian dan dalam penulisan untuk menjadikan suatu karya ilmiah. Ilm-ilmu bantu tersebut adalah :
1.      Paleontologi
Paleontologi adalah suatu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk kehidupan purba yang pernah ada di muka bumi beserta fosil-fosilnya. Fosil sendiri diambil dari kata yunani fissilis yang berarti apa yang digali dari dalam tanah, sisa-sisa tumbuhan, maupun binatang.
Kajian paleontologi erat hubungannya dengan geolgi, fisika, botani (tumbuh-tumbuhan), zoologi (ilmu hewan). Untuk menentukan fosil tersebut dapat diketahui usianya dengan menggunakan metode radiokarbon. Dari temuan tersebut dapat disusun evolusi perkembangan hewan dan tumbuhan yang dikaitkan dengan lapisan geologis pada waktu hidupnya.

2.      Paleoantropologi
Paleoantropologi adalah suatu ilmu yang mempelajari manusia-manusia purba. Obyek yang dipelajari adalah fosil-fosil manusia purba. Ilmu ini ditujukan untuk mempelajari asal-usul manusia, evolusi, persebaran lingkungan, cara hidup dan budayanya.
Di Indonesia fosil-fosil banyak yang ditemukan di lapisan geologi pleistosen, khususnya di Jawa. Seperti Homo soloensis, pithecantropus eretus, homo mojokertensis, pithecantropus mojokertensis, pithecantropus robustus, meganthropus paleojavanicus.
3.      Arkeologi
Arkeologi adalah kajian ilmiah, mula-mula mengenai hasil kebudayaan prasejarah dengan cara penggalian (ekskavasi) dan pemerian (deskripsi) sisa-sisa peninggalan prasejarah tersebut. Bukti-bukti arkeologi dapat dibagi atas tiga kelompok :
a.       Artefak ialah semua benda yang dibuat oleh manusia dengan tujuan untuk dipergunakan bagi segala kepentingan manusia sendiri. Benda ini dapat dipindahkan tanpa merusak bentuk aslinya.
b.      Ekofak ialah objek alamiah yang tertimbun bersama-sama dengan artefak dan bekas-bekas pemukiman seperti sisa-sisa makanan kulit kerang, tulang binatang buruan, dan tanaman-tanaman budi daya.
c.       Situs atau bekas tempat pemukiman yang berupa bangunan yang sukar dipindahkan. Seperti candi, kota-kota lama, rumah, gedung tua, masjid-masjid lama, benteng kuno, makam dsb.

4.      Paleografi
Paleografi merupakan kajian tentang tulisan-tulisan kuno, termasuk ilmu membaca, menentukan waktu (tanggal), dan menganalisis tulisan-tulisan kuno yang ditulis di atas papirus, tembikar, kayu, daun lontar dan tablet-tablet tanah liat.
Informasi-informasi yang didapat dari tulisan kuno tersebut meskipun sedikit dan namun banyak membantu untuk menjadi bahan pengetahuan sejarah dari masa-masa tertentu.
5.      Epigrafi
Epigrafi adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai cara membaca, menentukan tanggal atau waktu dan menganalisis tulisan atau inskripsi kuno pada benda-benda yang dapat bertahan lama seperti batu, logam, atau gading. Inskripsi atau prasasti itu dimaksudkan untuk memberikan informasi, atau catatan mengenai kejadian-kejadian penting.
Untuk sejarah Indonesia, inskripsi atau prasasti tertua ditemukan di kutai yang dipahatkan pada yupa (tiang batu). Bentuk tulisanberasal dari awal abad ke-5 menggunakan bahasa sansekerta tentang kerajaan Mulawarman.

6.      Ikonografi
Ikonografi ialah ilmu tentang arca-arca atau patung-patung kuno dari zaman prasejarah dan atau sejarah. Arca-arca atau patung-patung ini dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari bangunan-bangunan keagamaan seperti kuil, gereja, atau candi. Arca dan  patung yang ditemukan di Indonesia terbuat dari tanah liat, batu, dan logam (perunggu, perak, dan emas). Arca dan patung itu menggambarkan roh nenek moyang dari zaman prasejarah atau menggambarkan orang-orang penting raja-raja atau ratu.
Diantara patung-atung yang melukiskan tokoh sejarah misalnya : Rajasa (kerajaan singasari), raden wijaya, hayam wuruk, gajah mada (kerajaan majapahit).
7.      Numismatik
Numisnatik merupakan ilmu yang mempelajari mata uang-mata uang, asal-usul teknik pembuatan, mitologi, sejarah dan seninya. Mata uang ada yang berupa kertas tetapi umumnya dari logam yang bisa bertahan lama. Bagi sejarah Indonesia khususnya, mata uang lama merupakan sumber penting karena menunjukkan adanya kegiatan ekonomi, hubungan dagang antar pulau maupun luar Indonesia. Mata uang tertua ditemukan pada ekskavasi di bekas keraton Ratu Boko, yogyakarta. Pada mata uang tersebut digambarkan Raja Candera Gupta II, seekor burung garuda dan Dewi Laksmi.
8.      Ilmu keramik
Keramik adalah nama umum untuk tembikar, cina dan porselen. Pengetahuan tentang keramik merupakan ilmu bantu sejarah dan kesenian yang penting. Hasil kajian tentang benda-benda ini merupakan bahan penting untuk penyusunan sejarah, baik untuk periode prasejarah maupun periode sejarah. Dari kajian-kajian tentang keramik maka dapat diketahui tentang ancar-ancar waktu, emilik atau pendukung budaya pemakaian keramik, lalulintas perdagangan dan interaksi antar daerah atau bangsa.
9.      Genealogi
Genealogi adalah pengetahuan mengenai asal-usul nenek moyang atau keturunan keluarga seseorang atau orang-orang. Pada zaman dahulu kaisar atau raja-raja maupun orang terkemuka bisa membuat pohon silsilah untuk menunjukkan asal usul leluhurnya. Penulisan sejarah keluarga atau biografi seseorang umumnya menggunakan genealogi sebagai dasarnya.
10.  Filologi
Filologi adalah ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuno. Naskah itu ditulis dalam bahasa-bahasa jawa kuno, sunda, kuno, atau melayu. Naskah-naskah itu ada yang penting untuk sejarah Indonesia pada umunya, tetapi ada pula untuk sejarah lokal pada khususnya. Ada yang disimpan di museum, perpustakaan nasional atau daerah namun ada juga yang disimpan oleh individu tertentu yang diaanggap “sakral”. Contoh naskah kuno :
·         Negarakertagama
Negarakertagama berupa sebuah naskah lontar yang diketemukan dan dirampas Belanda di Puri Cakranegara, Lombok, ketika pecah perang Lombok pada 1984. Naskah ini berbahasa jawa kuno, beraksara bali, berbentuk puisi atau kakawin. Penulisnya adalah Prapanca, seorang pujangga keraton Majapahit. Bnaskah ini berisi sejarah kerajaan majapahit serta wilayah kekuasaannya.
·         Babad Tanah Jawi
Babad Tabah Jawi ditulis dalam bahasa dan huruf Jawa. Pengarangnya tidak diketahui. Terdapat beberapa naskah asli yang berbeda. Sesudah perang Dunia II diterbitkan dalam huruf Latin.
Naskah ini menceritakan tentangpasang surutnya sejarah di Jawa yang meliputi periode runtuhnya kerajaan Majapahit 1525-perjanjian Giyanti 1755 ketika kerajaan Mataram dibagi dua menjadi Surakarta dan Yogyakarta.
·         Pararaton
Naskah ini ditulis dalam bahasa Jawa Kuno namun tidak diketahui siapa penulisnya. Tulisannya berbentuk prosa kira-kira pada abad ke-16 di Icasada, bali, di mana naskah ini ditemukan. Isi pararaton mencakup periode yang lebih panjang daripada negarakertagama yaitu sejak Ken Arok (Rajasa) sebagai pendiri kerajaan Singasari bersama istrinya Ken Dedes (Prajnaparamita) pada 1222 sampai dengan sejarah kerajaan Majapahit pada 1486.

Selasa, 04 Juni 2013

Quote



Quote bulan ini
Oleh : Rifki (Pend. Sejarah’11)

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
-Pramoedya Ananta Toer-
            Dari quote di atas yang sungguh luar biasa, dapat kita lihat dan perlu dicermati bahwa seorang Pramoedya Ananta Toer menggambarkan betapa pentingnya menulis itu. Dengan menulis maka kita akan abadi. Perlu dicermati, keabadian disini bukan mengenai usia atau umur yang akan abadi dan membuat seorang tersebut akan hidup abadi, melainkan nama sang penulis yang akan dikenal dan dikenang selamanya oleh seluruh masyarakat. Dengan menulis kita juga dapat merubah dunia. Dapat kita lihat dan temui tulisan-tulisan para tokoh seperti R,A Kartini yang dapat merubah dunia feudal wanita di Indonesia, serta Soe Hok Gie dengan tulisan idealisnya yang mampu mengguncang pemerintahan orde lama.

            Ketika kita menengok kebelakang banyak kita jumpai tulisan-tulisan brilian dari para tokoh bangsa ini yang mampu mengubah wajah Indonesia. Lalu, kenapa saat ini sangat minim kita jumpai tulisan-tulisan seperti itu? Dimana seharusnya tulisan-tulisan seperti itu lebih banyak bermunculan pada era ini dimana pendidikan lebih mudah diakses dibandingkan pada era sebelumnya.  Apakah mungkin pendidikan yang lebih mudah diakses saat ini tidak berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas pendidikan tersebut, mungkin?

            Dengan melihat kenyataan tersebut kita sebagai kaum intelektual yang memiliki dasar pendidikan serta ilmu pengetahuan yang lebih. Seharusnya kita dapat memunculkan tulisan-tulisan yang lebih dibandingkan pada era sebelumnya yang minim akan pendidikan. Apalah arti sebuah mahasiswa (Agent of change) ? melalui resensi quote ini penulis mengajak kawan-kawan untuk lebih progresif dalam dunia tulis menulis. Kita bangun kembali era dimana tulisan-tulisan brilian yang mampu mengubah Indonesia untuk lebih baik bermunculan.
“Dengan Menulis Kita Abadi”
HIDUP MAHASISWA !!!